Kompetensi Guru Profesional dan Literasi Bagi Profesi Guru


 

KLIK DISINI UNTUK LIHAT TUGAS DALAM BENTUK PDF



 


MATA KULIAH

PENGEMBANGAN GURU PROFESIONAL BERLITERASI PANCASILA

BIMBINGAN DAN KONSELING

 

 

Diajukan Untuk Memenuhi Ujian Tengah Semester (UTS)

 


Nama              : ROZY SETYONO

NPM               : 1924710210

 

 

PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL

2024













Kompetensi Guru Profesional dan Literasi Bagi Profesi 

Abstrak

 

Kompetensi adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Di era digital saat ini, guru harus menguasai berbagai cara, teknik, metode, media yang berkaitan dengan digital dalam pembelajaran. Siswa yang aktif dan cepat berdaptasi dengan teknologi di era digital menjadi persoalan besar jika guru tidak mampu mengimbangi dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Untuk itu di era digital saat ini, Guru di sekolah membutuhkan kompetensi digital dalam pencapaian hasil belajar yang efektif dan efisien. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan berbagai literature. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan kompetensi digital yang harus dimiliki Guru. Kesimpulannya, dalam keberhasilan kegiatan pembelajaan di era digital, guru harus memiliki kompetensi digital sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.

 

Kata Kunci : Kompetensi, Guru, Era Digital

 

Abstract

Competence is the ability that must be possessed by a teacher in carrying out his duties. In today's digital era, teachers must master various methods, techniques, methods, media related to digital in learning. Students who are active and quickly adapt to technology in the digital era become a big problem if teachers are not able to keep up with using learning technology. For this reason, in the current digital era, teachers in schools need digital competence in achieving effective and efficient learning outcomes. This article uses descriptive qualitative research methods by collecting various literatures. The purpose of this study is to describe the digital competencies that teachers must possess. In conclusion, in the success of learning activities in the digital era, teachers must have digital competence as a solution in facing the challenges of learning in the digital era..

 

Keywords: Competence, Teacher, Digital Age

 

 

 

 

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu upaya penting dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah denganmeningkatkan mutu guru terlebih dahulu. Pada abad ke-21 yang telah memasuki era digital, hampir semua sektor kehidupan telah beradaptasi dengan teknologi, termasuk bidang pendidikan. Keberadaan internet dan smartphone yang terhubung dengan internet memungkinkan akses yang mudah terhadap berbagai hal, termasuk dalam dunia pembelajaran. Guru sebagai pelaksana pendidikan kini menghadapi tantangan besar. Kebutuhan siswa di era digital ini berbeda dengan kebutuhan siswa pada masa sebelumnya. Saat ini, siswa sangat tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi dan digital. Oleh karena itu, guru di era digital menghadapi tantangan yang unik, karena mereka mengajar generasi yang sejak lahir sudah terbiasa dengan teknologi internet. Untuk itu, guru harus menyesuaikan diri dengan cepat dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi, sehingga keterampilan digital yang dimiliki oleh seorang guru sangat penting untuk menunjang keberhasilan pembelajaran yang semakin berkembang seiring kemajuan zaman.

Sebagai pendidik, guru harus terus meningkatkan kompetensinya agar tidak tertinggal dan mampu memenuhi kebutuhan siswa. Standar kompetensi guru yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mencakup empat kompetensi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Salah satu indikator dalam kompetensi pedagogik adalah peningkatan kemampuan pedagogik digital. Hal ini sangat relevan dengan kompetensi guru abad 21, yang mengharuskan guru untuk memiliki keterampilan dan literasi digital yang baik. Dengan demikian, kompetensi guru harus terus diperbarui agar sesuai dengan perkembangan zaman.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru profesional di era digital adalah guru yang dalam melaksanakan tugas-tugasnya memanfaatkan teknologi digital dan jaringan. Guru yang dibutuhkan di era ini adalah mereka yang mahir dalam menggunakan teknologi secara edukatif maupun non-edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kompetensi digital yang harus dimiliki guru dalam pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan efisien

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

Pembelajaran di Era digital

A. Pengertian Pembelajaran Era Digital

Di era digital yang terus berkembang ini, semakin banyak peserta didik yang perlahan tapi pasti bergerak menuju digital online course di hampir setiap bidang. Selain pembelajaran digital melibatkan media teknologi yang sangat maju, pembelajaran digital juga mampu memberikan peserta didik banyak fleksibilitas, memungkinkan mereka untuk belajar kapan saja, dari mana saja dengan kecepatan mereka sendiri tanpa khawatir tentang jadwal atau scheduling. Para peserta didik juga memiliki kebebasan untuk memilih apa yang mereka pelajari dan apa yang tidak ingin mereka pelajari sesuai dengan kebutuhan pencapaian kompetensi yang ingin mereka capai atau pun kuasai.

Pembelajaran digital pada hakekatnya adalah pembelajaran yang melibatkan penggunaan alat dan teknologi digital secara inovatif selama proses belajar mengajar, dan sering juga disebut sebagai Technology Enhanced Learning (TEL) atau e-Learning. Menjelajahi penggunaan teknologi digital memberi para pendidik kesempatan untuk merancang kesempatan belajar yang lebih menarik dalam pembelajaran yang mereka ajarkan, dimana rancangan pembelajarannya dapat dikombinasikan dengan tatap muka atau bisa juga sepenuhnya secara online. Mengingat pembelajaran digital sebagai metoda atau sarana komunikasi yang mampu memberikan manfaat besar bagi kepentingan para peneliti, pengajar, dan peserta didik

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran digital adalah praktik pembelajaran yang menggunakan teknologi secara efektif untuk memperkuat pengalaman belajar peserta didik yang menekankan instruksi berkualitas tinggi dan menyediakan akses ke konten yang menantang dan menarik, umpan balik melalui penilaian formatif, peluang untuk belajar kapan saja dan di mana saja, dan instruksi individual untuk memastikan semua peserta didik mencapai potensi penuh mereka. Pembelajaran digital mencakup banyak aspek, alat, dan aplikasi yang berbeda untuk mendukung dan memberdayakan pendidik dan peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran digital merupakan aktivitas atau kegiatan pembelajaran yang menggunakan peranan internet atau teknologi digital baik itu dalam hal persiapan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran; yang dilaksanakan oleh peserta didik dan guru secara khusus.

 

 

B. Prinsip Penerapan Pembelajaran Digital

Revolusi digital telah masuk jauh ke dalam semua aspek kehidupan kita7. Hampir tidak ada layanan yang tidak tersentuh oleh digitalisasi. beberapa hal yang peru diperhatikan:

1)    Personalisasi

Setiap peserta didik tidak berada pada titik pembelajaran yang sama, demikian pula dengan level pencapaian pembelajaran dan juga kecepatan belajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran digital sebaiknya dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan pada kemampuan peserta didik, pengetahuan sebelumnya (prior knowledge), dan kenyamanan belajar peserta didik.

2)    Partisipasi aktif peserta didik

Pembelajaran digital harus mengedepankan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran mereka sendiri, baik melalui permainan edukatif maupun simulasi virtual, dimana platform Pembelajaran Digital berpotensi untuk membantu mencapai tujuan ini.

3)    Aksesibilitas

Platform pembelajaran digital harus dapat dengan mudah diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja.

4)    Penilaian

Pemantauan dan umpan balik berkelanjutan adalah bagian penting dari pembelajaran digital. Implikasinya adalah, evaluasi yang mendalam dan komprehensif sangat diperlukan untuk mengukur tingkat kejelasan konseptual di kalangan peserta didik. Dengan demikian, platform pembelajaran digital dikembangkan atau diterapkan dengan memastikan dilakukannya analisis kekuatan dan kelemahan peserta didik.

 

Beberapa keuntungan dari penggunaan media sosial dalam pembelajaran antara lain: (1) Memungkinkan interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa. (2) Dapat digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. (3) Berfungsi sebagai sumber belajar. (4) Membantu mendukung materi pembelajaran dengan menyediakan konten tambahan yang dapat memperkuat atau memperluas pemahaman siswa, seperti video pembelajaran di YouTube yang dapat memberikan penjelasan secara audio-visual saat dibutuhkan. (5) Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk evaluasi pembelajaran. Penggunaan media sosial dalam pembelajaran dapat membuat suasana kelas menjadi lebih menarik. Guru yang memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan siswa dapat membangun hubungan yang lebih personal di luar kelas. Dengan demikian, guru yang memanfaatkan media sosial dalam pendidikan akan lebih mudah berkomunikasi dengan siswa yang sudah terbiasa menggunakannya..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

Guru profesional di era digital pada dasarnya adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Namun pada pelaksanaan keempat kompetensi tersebut memerlukan dukungan teknologi digital dengan berbagai macam dan ragamnya di era digital ini. Dengan demikian, guru profesional di era digital adalah guru yang dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya berbasis pada teknologi digital. Pengintegrasian teknologi dalam pendidikan oleh guru menjadi hal mendesak yang perlu dilaksanakan dengan baik agar tujuan pembelajaran di era digital dapat terpenuhi dan sekaligus menjawab kebutuhan akan pendidikan yang sesuai dengan disrupsi teknologi yang tengah terjadi. Digitalisasi di berbagai sektor menempatkan generasi muda saat ini sebagai digital learners yang memerlukan pendekatan pembelajaran berbeda untuk memenuhi harapan dan kebutuhan mereka dalam menangkap peluang dan menghadapi tantangan di masa depan. Kemampuan digital guru menjadi alternatif solusi pada pembelajaran era digital yang bertujuan menghasilkan generasi muda yang kritis, adaptif, dan memiliki kecerdasan sosial dalam menghadapi tuntutan era industri 4.0 bahkan telah menuju era industri 5.0.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Benny A. Pribadi, Media Dan Teknologi Dalam Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2017), 197 Dewi Salma Prawiradilaga, Mozaik Teknologi Pendidikan (Jakarta: Prenadamedia Group,

2016), 6

Farid Ahmadi, Guru SD di Era Digital (Semarang: CV. Pilar Nusantara, 2017), 1

Feri Sulianta, Literasi Digital, Riset dan Perkembangannya dalam Perspektif Social Studies

(Jakarta: Feri Sulianta, 2020), 6

Hamdan Husein Batubara, Media Pembelajaran Digital (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2021), 4

H. Arman Paramansyah, Manajemen Pendidikan Dalam Menghadapi Era Digital (Medan: Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Panca Budi, 2020), 110

Ida Widaningsih, Strategi dan Inovasi Pembelajaran Di Era Revolusi Insdustri 4.0 (Sidoarjo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2019), 158

Mister Nuel, Panduan Guru Era Baru (Salatiga: Mister Nuel, 2014), 5

Mustofa Abi Hamid, Media Pembelajaran (Bandung: Yayasan Kita Menulis, 2020), 97 Nizwardi Jalinus, Media dan Sumber Pembelajaran (Jarkta: Kencana, 2016), 4

Rahmanita Ginting, dkk, Etika Komunikasi Dalam Media Sosial: Saring Sebelum Sharing

(Cirebon: Insania, 2021), 33

Rudi Hartono, Mendeteksi Guru Bergairah Di Era Milenial (Semarang: CV. Pilar Nusantara, 2019), 18

Robert Bala, Cara Mengajar Kreatif Pembelajaran Jarak Jauh (Jakarta: PT Grasindo, 2021), 13

Satrianawati, Media dan Sumber Belajar (Yogyakarta: Deepublish, 2018), 5

Sri Hardianti Sartika, Teknologi dan Media Dalam Pembelajaran (Bandung: Yayasan Kita Menulis, 2022), 132

Komentar